You are here
Home > Don't Miss > 9 Fakta Pablo Aimar : Rayuan Daniel Pasarella Hingga Karier di Malaysia

9 Fakta Pablo Aimar : Rayuan Daniel Pasarella Hingga Karier di Malaysia

Tubuhnya memang kecil dan tidak tinggi, namun gerakannya lincah dan cepat dalam menggiring bola. Rambutnya yang panjang dan bergelombang juga menjadi ciri khas yang diingat banyak orang. Di masa primanya ia menjadi roh permainan Valencia dan menjadi salah satu gelandang serang terbaik timnas Argentina. Dia adalah Pablo Aimar.

Pemain bernama lengkap Pablo Cesar Aimar Giordano lahir di kota Rio Cuarto, Argentina pada 3 November 1979. Sepanjang karier sepakbolanya ia telah memperkuat beberapa klub, yaitu: River Plate, Valencia, Real Zaragoza, Benfica, Estudiantes hingga klub Malaysia Johor Darul Ta’zim.

Berikut sejumlah fakta menarik mengenai Pablo Aimar.

 

1. Mengawali karier sepakbola bersama RIver Plate


Pablo Aimar mengawali karier sepakbolanya bersama salah satu klub top Argentina, River Plate. Pada awalnya, ia bergabung bersama klub muda Estudiantes Rio Cuarto. Namun kemudian tawaran kontrak profesional datang dari River Plate untuk bergabung ke tim junior mereka. Ayah Aimar pada awalnya menolak tawaran itu karena merasa Aimar masih terlalu muda untuk memulai karier profesionalnya, namun setelah Daniel Pasarella (saat itu berstatus pelatih tim utama River Plate) secara pribadi membujuk sang ayah, akhirnya ayah Aimar menyetujui kepindahan anaknya ke River Plate. Aimar menjalani debutnya untuk tim utama River Plate diusia 17 tahun. Sementara itu satu setengah tahun kemudian tepatnya 20 februari 1998 Aimar berhasil mencetak gol pertamanya untuk River Plate. Selama periode waktu 1996-2000 Aimar berhasil mengangkat 5 piala bersama River Plate. Mengoleksi 82 penampilan di liga, ia sukses mencatatkan 21 gol dan 28 assist.

Baca Juga:  8 Fakta Cristian Chivu : Anak Seorang Legenda & Bek dengan Keahlian Freekick Mumpuni

 

2. Menginjakkan kaki ke benua Eropa dengan bergabung bersama Valencia


Pada bulan Januari 2001, klub La Liga Spanyol Valencia berhasil merekrut Aimar dengan nilai transfer €24 Juta Euro. Ini menjadi rekor transfer saat itu bagi klub River Plate. Aimar selanjutnya menjadi pemain kunci bagi Valencia dibawah asuhan pelatih Rafael Benitez. Pada tahun 2001, ia berhasil membawa Valencia melaju ke Final Liga Champions, namun sayangnya mereka harus takluk dari Bayern Munich dalam drama adu pinalti. Di musim yang sama Valencia sukses memenangi gelar juara La Liga setelah 31 tahun puasa gelar. Mereka juga menjadi tim yang berhasil mematahkan dominasi Real Madrid dan Barcelona. Aimar juga kembali berhasil membawa Valencia meraih gelar juara La Liga pada musim 2003-2004 dan sukses membawa Valencia menjuarai Piala UEFA 2003-2004 dan Piala Super Eropa tahun 2004. Pergantian pelatih dan taktik, serta cedera kambuhan membuat Aimar mulai kehilangan posisi utama di Valencia. Aimar memutuskan untuk meninggalkan Valencia setelah musim 2005-2006 usai.

 

3. Kepindahan Pablo Aimar ke Real Zaragoza


Pada tahun 2006 Aimar memutuskan untuk pindah ke Real Zaragoza setelah mulai kehilangan tempat utama di Valencia. Di Zaragoza ia kembali bermain bersama mantan rekan satu timnya di Valencia dan timnas Argentina, Roberto Ayala. Total Aimar berhasil melakoni 57 penampilan selama dua musim di Zaragoza. Ia memutuskan untuk hengkang setelah Zaragoza terdegradasi dari La Liga.

 

4. Petualangan baru di Portugal bersama Benfica


Aimar melanjutkan karier sepakbolanya di Portugal, setelah menjalani karier yang panjang di Spanyol, ia memutuskan bergabung bersama Benfica. Di Benfica, Aimar bermain bersama mantan rekannya di River Plate yaitu Javier Saviola. Bersama Benfica Aimar berhasil kembali mencapai performa terbaiknya setelah bermusim-musim berkutat dengan cedera. Bersama Saviola, Angel Di Maria dan striker Oscar Cardozo mereka menjadi lini serang yang paling ditakuti di Liga Portugal. 5 musim bersama Benfica, Aimar sukses mempersembahkan satu gelar juara Liga Portugal, 3 gelar juara Taca da Liga (Piala Liga) dan Runner up Piala UEFA.

Baca Juga:  10 Fakta Menarik Pavel Nedved, dari 3 Kartu Merah dalam 6 Laga hingga Julukan Beruang Kecil

 

5. Kepindahan mengejutkan Pablo Aimar ke Malaysia


Setelah 5 musim yang gemilang bersama Benfica, Aimar secara mengejutkan pindah ke Malaysia dan bergabung bersama klub Johor Darul Ta’zim. Tepatnya pada 7 Agustus 2013, JDT resmi mengumumkan bergabungnya Aimar dengan kontrak selama 2 musim. Dia menjadi pemain bola dengan bayaran termahal sepanjang sejarah Liga Malaysia. Namun sayangnya Aimar kembali mengalami cedera parah pada pertengahan tahun 2014. Ia hanya tampil sebanyak 8 pertandingan dan mencetak 2 gol bersama Johor Darul Ta’zim.

 

6. Menutup karier di River Plate


Setelah cedera parah bersama Johor Darul Ta’zim, Aimar memutuskan untuk pulang ke Argentina. Pasca sembuh dari cedera, ia bergabung bersama tim latihan River Plate. River Plate akhirnya menawarkan kontrak kepada Aimar. Aimar melakukan pertandingan pertamanya pada 31 May 2015 sebagai pemain pengganti saat River Plate bertanding melawan Rosario Central. Kembali mengalami cedera, Aimar akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu dari dunia sepakbola setelah pelatih River Plate saat itu Marcelo Gallardo tidak memasukkan namanya dalam list pemain yang bermain di ajang Copa Libertadores.

 

7. Meraih gelar juara Piala Dunia U-20 bersama Argentina

Aimar telah bergabung bersama tim nasional Argentina sejak usia muda. Ia turut menjadi bagian dalam tim U-20 Argentina saat menjadi juara Piala Dunia U-20 di Malaysia tahun 1997. Ia meraih gelar juara bersama pemain muda yang kelak akan menjadi bintang besar seperti Esteban Cambiasso dan Juan Roman Riquelme.

 

8. Karier kepelatihan pasca gantung sepatu

Aimar tetap mendedikasikan hidupnya untuk sepakbola. Pasca pensiun, ia memutuskan untuk menjadi pelatih. Ia ditunjuk menjadi pelatih Argentina U-17 dan juga menjadi asisten pelatih Timnas senior Argentina.

Admin
Pengamat amatir, tifosi layar kaca.
https://profilbola.com

Tinggalkan Balasan

Top