You are here
Home > Don't Miss > 12 Fakta Christian Vieri : Hobby Berganti Klub, Julukan “Bobo”, hingga sang adik yang membela timnas Australia

12 Fakta Christian Vieri : Hobby Berganti Klub, Julukan “Bobo”, hingga sang adik yang membela timnas Australia

Striker bertubuh gempal yang satu ini terkenal sebagai salah satu striker paling ditakuti di eranya. Kuat dalam ball keeping, hebat dalam duel udara dan memiliki tendangan kaki kiri yang keras dan terarah membuat Vieri amat disegani bek lawan.

Pemain tim nasional Italia ini lahir di kota Bologna, 12 Juli 1973. Tercatat ia telah membela 14 klub sepakbola sepanjang karier profesionalnya sejak tahun 1991 hingga 2009.

Berikut sejumlah fakta menarik yang kami himpun seputar Christian Vieri spesial untuk anda.

 

1. Masa kecil di Australia dan sepakbola


Vieri mengawali karier sepakbola usia mudanya bersama Marconi Stallions, sebuah klub sepakbola semi-profesional dari Sydney, Australia. Klub sepakbola ini didirikan oleh para imigran Italia di Aussie. Vieri memang lahir di Bologna, namun keluarganya pindah ke Australia pada akhir dekade 70an. Ayahnya, Roberto Vieri juga pernah bermain sepakbola untuk Marconi Stallions.

 

2. Memiliki seorang adik yang juga pesepakbola profesional

Tak banyak yang mengetahui jika Christian Vieri memiliki seorang adik kandung yang juga pemain bola profesional. Namanya adalah Massimiliano Vieri. Massimiliano lahir di Australia dan berkewarganegaraan Australia. Ia sempat bergabung bersama Juventus pada tahun 1997-1999 dan 2000-2003. Sayangnya bersama klub raksasa Italia ini Massimiliano belum memainkan satupun laga. Ia sempat dipinjamkan Juve ke beberapa klub kecil yang berlaga di Serie B dan Serie C. Pada musim 2003-2004 ia sempat bermain untuk Napoli, dan mencatatkan 5 gol dari 29 penampilan. Massimiliano juga berposisi sebagai striker. Ia pun telah melakoni 6 penampilan bersama timnas Australia dan saat ini menjabat sebagai asisten pelatih di klub primavera Empoli.

 

3. Nama panggilan “Bobo”


Christian Vieri identik dengan julukan dan panggilan “Bobo”. Panggilan “Bobo” ia dapatkan dari sang ayah, Roberto Vieri. Panggilan kesayangan dari sang ayah ini tetap dibawa Vieri sepanjang kariernya.

Baca Juga:  12 Fakta Menarik Claude Makelele : Arti Nama "Suara Bising", Mogok Latihan Demi Gabung Madrid dan Hubungan Buruk dengan Florentino Perez

 

4. Pulang ke Italia dan mengawali karier di tanah kelahiran


Pasca kembali ke Italia, Vieri bergabung bersama tim muda A.C Santa Lucia, disana ia dilatih oleh Luciano Diamanti, ayah dari Alessandro Diamanti. Di tahun berikutnya ia bergabung bersama klub Prato dan mencetak beberapa gol pada ajang Campionato Nazionale Dante Beretti. Kemudian setelah bersama Prato, Vieri hengkang ke tim muda Torino pada tahun 1990. Vieri dipromosikan ke tim senior Torino dan melakukan debutnya pada 30 Oktober 1991 dalam usia 18 tahun. Hebatnya di laga itu ia berhasil mencetak gol dalam kemenangan 2-0 Torino atas Lazio di pergelaran Coppa Italia. Di tahun 1992 ia juga turut membawa Torino menjadi Runner-Up Piala UEFA.

 

5. Terdampar di Serie B


Pada bulan november 1992, Vieri dijual Torino ke klub serie B, Pisa. Ia mencatatkan 2 gol dari 18 penampilan bersama Pisa. Hanya satu musim bersama Pisa, Vieri hengkang ke tim serie B lainnya, Ravenna. Di Ravenna, Vieri berhasil mencatatkan 12 gol dari 32 penampilan. Di musim berikutnya Vieri pindah ke tim serie B lain, Venezia dan berhasil mencetak 11 gol dari 29 penampilan.
3 musim yang berat di lalui Vieri bersama tim serie B sebelum akhirnya bermain untuk Atalanta di serie A musim 1995-96.

 

6. Bergabung bersama Juventus


Bersama Atalanta di musim 1995-96 Vieri sukses mencatatkan 9 gol dari 21 penampilan di serie A. Hal ini membuat Juventus tertarik untuk merekrutnya dengan nilai transfer €2.5 Juta Euro. Di musim perdananya bersama Juve, ia berhasil mencetak 8 gol dari 23 laga di serie A dan 6 gol di kompetisi eropa. Di musim itu ia berhasil membawa Juventus meraih Scudetto dan membawa Juventus sebagai Runner Up Liga Champions.

Baca Juga:  8 Fakta Obafemi Martins, masih saudara Balotelli?

 

7. Pengalaman baru di Spanyol bersama Atletico Madrid


Performa yang apik bersama Juventus membuat tim asal Spanyol, Atletico Madrid tertarik untuk membeli Vieri dengan mahar €12.5 Juta Euro pada tahun 1997. Bersama Atletico musim itu ia sukses mencetak 24 gol dari 24 penampilan La Liga, dan total 29 gol dari 32 penampilan di semua ajang. Vieri juga berhasil menjadi top skor La Liga di musim itu.

 

8. Pulang ke Italia dan bergabung dengan Lazio


Pasca Piala Dunia 1998, Vieri memutuskan untuk kembali ke Italia. Lazio membeli Vieri dengan harga €25 Juta Euro dari Atletico Madrid. Di musim itu, ia berduet dengan Marcelo Salas dibawah asuhan pelatih Sven Goran Eriksson. Vieri berhasil mencetak 24 gol dari 28 penampilannya musim itu. Vieri juga berhasil mencetak gol pada laga final UEFA Cup Winner’s Cup tahun 1998-99 saat Lazio bertemu klub Spanyol Real Mallorca.

 

9. Puncak Karier di Inter Milan


Kepindahan Vieri dari Lazio ke Internazionale Milan saat itu berhasil memecahkan rekor transfer serie A. Ia pindah ke Inter dengan mahar € 49 Juta Euro. Inter adalah klub ke 9 Vieri di 9 Musim karier Sepakbola profesionalnya. Awalnya, Vieri dibeli untuk ditandemkan dengan Ronaldo, namun karena kedua pemain cedera dalam waktu yang bersamaan, mereka tidak bisa bermain bersama. Di musim 2001-2002 ia berhasil mencetak 22 gol dari 25 laga serie A. Di musim berikutnya ia berhasil menjadi top skor serie A dengan torehan 24 gol dari 23 laga. Pergantian pelatih, perubahan strategi dan cedera yang kerap dideritanya membuat perlahan-lahan performa Vieri mengalami penurunan. Ia pun akhirnya menyudahi karier di Inter dan bergabung bersama AC Milan pada 2005.

Baca Juga:  7 Fakta Ali Dia : Penipu dan Pemain Bola Terburuk Liga Inggris

 

10. Akhir karier sebagai pesepakbola


Pindah ke AC Milan pada 2005, Vieri hanya berhasil mencetak 1 gol untuk Milan dari 8 penampilan. Pada 2006 ia hengkang ke AS Monaco, namun mengalami cedera lutut parah saat menjamu Paris Saint Germain. Cedera ini membuat Vieri gagal bermain bersama Italia di Piala Dunia 2006. Di tahun yang sama, ia memutuskan kembali ke Italia dan bergabung bersama Atalanta. Vieri menerima bayaran €100.000 Euro untuk setiap gol yang ia buat. Bersams Atalanta, Vieri berhasil mencetak 2 gol dalam 7 laga sebagai pemain pengganti. Pada tahun 2007 ia memutuskan pindah ke Fiorentina setelah Atalanta tidak memperpanjang kontraknya. Di Florence, Vieri berhasil mencetak 6 gol dari 26 laga. Musim berikutnya ia kembali ke Atalanta dan berhasil mencetak 2 gol dalam 9 laga. Vieri memutuskan mengakhiri karier sepakbolanya pada bulan oktober 2009.

 

11. Karier bersama Timnas Italia


Vieri total telah mencetak 23 gol dari 49 laga bersama Italia. Ia tampil di berbagai kejuaraan besar seperti Piala Dunia 1998 dan 2002. Sayangnya ia absen dalam pergelaran Euro 2000 dan Piala Dunia 2006. Vieri adalah salah satu striker murni terbaik yang pernah dimiliki Italia. Pada tahun 2004, Pele sempat memasukkan Vieri ke dalam daftar 125 pemain sepakbola terbaik yang pernah hidup.

 

12. Vieri bisnis fashion dan restaurant bersama pesepakbola lainnya


Vieri ternyata memiliki bisnis dibidang fashion dan restaurant. Bersama Paolo Maldini, ia memiliki brand fashion Sweet Years. Bersama Maldini pula Vieri memiliki sejumlah restaurant di kota Milan. Ia juga berbisnis fashion dengan mantan pemain italia Cristian Brocchi, dengan nama brand Baci & Abbracci.

Admin
Pengamat amatir, tifosi layar kaca.
https://profilbola.com

Tinggalkan Balasan

Top