You are here
Home > Editor Picks > 10 Fakta Juninho Pernambucano : Pernah Bermain dalam 2 Pertandingan di 2 Negara dalam 1 Hari hingga Karier Singkat di MLS

10 Fakta Juninho Pernambucano : Pernah Bermain dalam 2 Pertandingan di 2 Negara dalam 1 Hari hingga Karier Singkat di MLS

Jika anda ditanya siapa pesepakbola yang paling berkesan dalam hal tendangan bebas/freekick, kami yakin sebagian besar akan menyebutkan nama Juninho Pernambucano.

Barangkali di era yang sama, hanya segelintir pesepakbola yang bisa mendekati kehebatan Juninho dalam eksekusi tendangan bebas. Sinisa Mihajlovic, David Beckham, Andrea Pirlo, Ronaldinho, Roberto Carlos, Francesco Totti, Alessandro Del Piero atau barangkali nama-nama minor seperti Shunsuke Nakamura dan Marcos Assuncao mungkin memang memiliki kemampuan free kick diatas rata-rata pesepakbola kala itu, namun kemampuan mereka masih dibawah Juninho.

Berikut ini sejumlah fakta Juninho Pernambucano yang kami himpun spesial untuk anda.

 

1. Memulai karier sepakbola bersama klub Sport do Recife


Juninho lahir di kota Recife 30 Januari 1975. Ia memulai karier sepakbola bersama klub tanah kelahirannya Sport de Recife. Bergabung bersama tim junior Recife di tahun 1991, Juninho berhasil melakukan debutnya bersama tim utama pada tahun 1993. Bersama Recife, Juninho melakoni 24 pertandingan dan mencetak 3 gol. Juninho juga turut mempersembahkan dua gelar regional bagi Recife, yaitu Campeonato Pernambucano dan Copa do Nordeste pada tahun 1994.

 

2. Melanjutkan karier di Vasco da Gama


Setelah melakoni 3 musim bersama Recife, Juninho melanjutkan perjalanan kariernya ke Vasco da Gama pada tahun 1995. Bersama Vasco da Gama Juninho berhasil merengkuh gelar juara Liga Brazil sebanyak 2 kali yaitu pada tahun 1997 dan 2000. Selain itu, Juninho juga berhasil mengantarkan Vasco da Gama sebagai kampiun Copa Libertadores pada tahun 1998. Bersama Vasco da Gama sejak tahun 1995 hingga 2001, Juninho mencatatkan 295 penampilan dan 56 gol.

Baca Juga:  7 Fakta Francesco Toldo : Karier Gagal di AC Milan, terpuruk di serie C2 dan menolak jadi pengganti Buffon

 

3. Memulai petualangan baru di tanah Eropa


Juninho berstatus Free Agent pada tahun 2001 seiring dengan masa kontraknya yang habis di Vasco da Gama. Ia kemudian melanjutkan karier di tanah Eropa dengan bergabung bersama Olympique Lyonnais. Menariknya, sebelum bergabungnya Juninho, Lyon belum pernah merasakan gelar juara Ligue 1. Dan ketika Juninho bergabung, Lyon berhasil merengkuh 7 gelar juara Ligue 1 secara berturut-turut selama 7 musim. Bersama Lyon Juninho dikenal dengan tingkat akurasi, presisi dan kehebatannya dalam mengeksekusi bola-bola mati. Bahkan banyak pengamat sepakbola yang mengakui bahwa Juninho adalah pesepakbola terbaik sepanjang masa dalam urusan eksekusi bola mati. Bersama Lyon, Juninho berhasil mencatatkan 248 penampilan dan mencetak 75 gol. Ia sukses mempersembahkan banyak gelar bergengsi bagi Lyon, diantaranya 7 gelar juara Ligue 1, satu gelar Coupe de France dan 6 Trophee Des Champions.

 

4. Melanjutkan karier di Qatar


Pada Juni 2009, Juninho memutuskan untuk bergabung dengan salah satu klub sepakbola Liga Qatar yaitu Al-Gharafa. Juninho menandatangani kontrak selama 2 musim senilai €2.5 Juta Euro. Di musim perdanannya bersama Al-Gharafa, Juninho ditunjuk menjadi kapten tim dan berhasil membawa timnya merengkuh Treble Winner dengan menjuarai Liga Utama Qatar, Qatari Stars Cup, dan Qatar Crown Prince Cup. Ia mendapat penghargaan Player of the Year dari Asosiasi Sepakbola Qatar. Bersama Al-Gharafa Juninho memainkan 66 laga dan mencetak 25 gol.

 

5. Kembali ke Vasco da Gama dan mencetak gol di pertandingan perdana


Selepas petualangan singkat di Qatar, Juninho memutuskan untuk pulang kampung ke Brazil dan bergabung bersama Vasco da Gama, klub yang pernah ia bela di awal kariernya. Tak butuh lama bagi seorang Juninho untuk membuat para pendukung Vasco da Gama bersorak gembira, karena ia langsung berhasil mencetak gol di pertandingan pertamanya bersama klub melalui tendangan bebas saat melawan tim Corinthians. Secara keseluruhan Juninho berhasil mencatatkan 370 pertandingan resmi bersama Vasco da Gama dan mencetak 88 gol.

Baca Juga:  9 Fakta Pablo Aimar : Rayuan Daniel Pasarella Hingga Karier di Malaysia

 

6. Karier singkat Juninho Pernambucano di MLS


Pada akhir tahun 2012 secara mengejutkan Juninho memilih bergabung bersama salah satu klub Major League Soccer (MLS) yaitu New York Red Bulls. Juninho menjalani debutnya bersama Red Bulls saat melakoni laga persahabatan dengan klub Swedia Malmo FC. Setelah melakoni 13 laga bersama New York Red Bulls dan membukukan 4 assist, Juninho dan klub sepakat untuk melakukan pembatalan kontrak. Keputusan ini mengakhiri petualangan Juninho di Amerika.

 

7. Kembali lagi ke Vasco da Gama dan pensiun dari sepakbola

Juli 2013 Vasco da Gama mengumumkan kembalinya Juninho ke klub. Hebatnya Juninho kembali mencetak gol di laga perdananya setelah kembali berseragam Vasco da Gama pada pertandingan melawan Fluminense yang berujung kemenangan dengan skor 3-1. Dia juga mencetak gol menakjubkan di laga kandang melalui tendangan bebas pada jarak 32 meter. Di musim terakhirnya, Juninho berhasil melakoni 16 laga untuk Vasco da Gama dan mencatatkan 2 gol serta 7 assist. Pada 2 Februari 2014 Juninho memutuskan untuk pensiun dari sepakbola.

 

8. Melakoni pekerjaan baru sebagai komentator sepakbola


Selepas pensiun pada Februari 2014, Juninho melakoni profesi baru sebagai komentator sepakbola. Ia menandatangani kontrak kerjasama dengan salah satu media olahraga brazil Rede Globo. Pekerjaan ini dilakoni Juninho hingga tahun 2018.

 

9. Melakoni 2 pertandingan sepakbola di 2 negara yang berbeda dalam 1 hari


Pada 7 september 1999, Juninho tampil selama 15 menit dalam laga persahabatan tim nasional Brazil melawan Argentina di Porto Alegre dimana Brazil saat itu menang dengan skor 4-2. Di hari yang sama ia terbang ke Montevideo untuk ikut bertanding bersama rekan satu timnya di Vasco da Gama melawan tim asal Uruguay Nacional dalam kompetisi Copa Mercosur.

Baca Juga:  12 Fakta Christian Vieri : Hobby Berganti Klub, Julukan "Bobo", hingga sang adik yang membela timnas Australia

 

10. Ditunjuk menjadi direktur olahraga Lyon


Pada bulan Mei 2019 Juninho resmi menjabat sebagai Direktur Olahraga klub sepakbola Prancis Olympique Lyonnais. Salah satu kebijakan yang dibuat Juninho adalah menunjuk mantan rekannya di timnas Brazil Sylvinho sebagai pelatih Lyon.

Admin
Pengamat amatir, tifosi layar kaca.
https://profilbola.com

Tinggalkan Balasan

Top