You are here
Home > Editor Picks > 12 Fakta Menarik Claude Makelele : Arti Nama “Suara Bising”, Mogok Latihan Demi Gabung Madrid dan Hubungan Buruk dengan Florentino Perez

12 Fakta Menarik Claude Makelele : Arti Nama “Suara Bising”, Mogok Latihan Demi Gabung Madrid dan Hubungan Buruk dengan Florentino Perez

Berbadan kecil namun kuat dalam bertahan dan merebut bola. Tidak ada keraguan dalam hal stamina dan ketahanan fisiknya. Dia adalah Claude Makelele.

Pemain bernama lengkap Claude Makélélé Sinda ini lahir di Kinsasha, Zaire. Meskipun lahir di afrika, Makelele memiliki kewarganegaraan Prancis dan bermain untuk tim nasional Prancis.

Berikut kami sajikan sejumlah fakta menarik tentang Claude Makelele.

 

1. Arti nama Makelele dalam bahasa Lingala


Makalele dalam bahasa Lingala memiliki arti yang cukup unik, yaitu “suara bising”. Lingala adalah salah satu bahasa yang digunakan oleh masyarakat Republik Kongo (dulu Zaire). Makelele lahir di Zaire (Kongo) namun kemudian hijrah ke Paris pada usia 4 tahun.

 

2. Bermain bersama Lilian Thuram di klub FC Melun

Pada usia 15 tahun Makelele bergabung bersama sebuah klub kecil FC Melun. Disana ia bermain bersama Lilian Thuram muda. Namun satu tahun berselang Makelele memutuskan untuk pindah ke Brest Training Centre.

 

3. Mengawali karier senior bersama Nantes diusia 18 tahun

Desember 1991 FC Nantes memutuskan untuk merekrut Makelele. Direktur olahraga Nantes saat itu Robert Budzynski mengatakan bahwa Makelele kelak akan menjadi Emmanuel Petit yang baru. Pada awal musim 1992-1993 Makelele telah bermain untuk tim utama Nantes dan bermain di Ligue 1. Makelele bermain selama 5 musim di Nantes dan menyumbangkan satu gelar juara pada musim 1994-95.

 

4. Sempat satu musim bermain untuk Marseille

Setelah 5 musim yang spesial dengan Nantes, Makelele memutuskan hengkang ke Marseille. Namun sayangnya di Marseille, ia hanya bermain dalam satu musim saja. Di Marseille pada musim 1997-98 ia tampil dalam 32 laga dan mencetal 2 gol.

Baca Juga:  8 Fakta Cristian Chivu : Anak Seorang Legenda & Bek dengan Keahlian Freekick Mumpuni

 

5. Claude Makelele memulai petualangan di Spanyol


Celta Vigo adalah pelabuhan berikutnya bagi Makelele, ia memutuskan untuk berpetualang dan mencari pengalaman baru di tanah Spanyol. Bermain bersama Aleksandr Mostovoi, Valeri Karpin, Haim Revivo dan Michel Salgado, Makelele berhasil menorehkan sejarah bagi klub Celta Vigo dengan pernah membantai Liverpool 4-1 dan mempecundangi Juventus 4-0 dalam ajang Piala UEFA.

6. Sempat mogok latihan agar bisa hengkang ke Madrid

Pada tahun 2000 Makelele mendapat tawaran untuk bergabung dengan Real Madris. Namun saat itu Celta Vigo menolak untuk menjual dirinya ke Madrid. Makelele pun meradang dan memutuskan untuk melakukan mogok latihan sebagai bentuk protesnya kepada klub. Celta Vigo akhirnya terpaksa melepas Makelele ke Madrid dengan mahar €14 Juta Euro, harga yang jauh dibawah valuasi nilai transfer Makelele saat itu.

 

7. Meraih banyak gelar bergengsi bersama Madrid


Makelele sukses meraih banyak gelar bersama Madrid. Tercatat ada 2 gelar La Liga, Liga Champions, Supercopa Spanyol, Piala Super Eropa dan Piala Intercontinental. Bersama Madrid Makelele juga dinobatkan sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik dunia saat itu.

 

8. Hubungan buruk dengan Florentino Perez


Meskipun menjadi salah satu motor penting lini tengah Madrid, Makelele justru merupakan salah satu pemain dengan bayaran terendah di klub. Gajinya berada jauh dibawah gaji pemain lain seperti Zinedine Zidane, Luis Figo, Guti, dan Roberto Carlos. Pada tahun 2003, Makelele sempat meminta kontrak baru dan kenaikan gaji kepada Presiden Real Madrid Florentino Perez. Namun permintaan itu ditolak oleh perez, Makelele yang kecewa dan marah akhirnya meminta manajemen untuk menjualnya pada bursa transfer musim panas 2003.

Baca Juga:  7 Fakta Ali Dia : Penipu dan Pemain Bola Terburuk Liga Inggris

 

9. Kepergian dari Madrid ke Chelsea dan Kekecewaan Para Bintang Los Galacticos

Makelele akhirnya hengkang ke Chelsea pada musim panas 2003. Kepindahan ini ternyata menuai kekecewaan bagi para bintang sekaligus mantan rekan Makelele di Madrid seperti Zinedine Zidane, Steve McManaman dan Fernando Hierro. Zidane bahkan memberikan komentar sinis usai kepergian Makelele dan kedatangan David Beckham ke Bernabeu, “Untuk apa anda memberikan cat emas ke sebuah mobil Bentley ketika anda kehilangan mesinnya”. Komentar zidane ini ditujukan untuk Florentino Perez, yang alih-alih menawarkan kontrak baru dan menaikkan gaji Makelele, namun malah mendatangkan seorang David Beckham. Fernando Hierro bahkan mengatakan bahwa kepergian Makelele adalah akhir dari “Los Galacticos” karena Makelele adalah pemain terbaik Madrid saat itu.

 

10. Petualangan baru di tanah Inggris

Chelsea memboyong Makelele dengan mahar €16.8 Juta Euro pada tahun 2003. Claudio Ranieri yang saat itu menukangi Chelsea berkomentar bahwa Makelele akan menjadi “Baterai” sumber energi utama bagi tim. Di musim perdananya, Makelele berhasil membawa Chelsea menjadi Runner Up Liga Premier Inggris dan membawa Chelsea melaju ke Semifinal Liga Champions. Di musim 2004-2005 seiring kedatangan Jose Mourinho ke Chelsea, Makelele menjadi salah satu aktor penting Chelsea dalam merengkuh kejayaan di musim 2004-2005. Makelele berhasil membawa Chelsea juara Premier League dan League Cup. Mourinho memuji Makelele dan mengatakan bahwa Makelele adalah pemain terbaik Chelsea tahun ini. Makelele menghabiskan 5 musim bersama Chelsea dengan total 144 penampilan dan mencetak 2 gol. Bersama Chelsea ia berhasil merengkuh 2 gelar Premier League, 1 gelar Piala FA, 2 gelar League Cup dan 1 gelar Community Shield.

 

11. Akhir perjalanan di Paris Saint Germain


Di tahun 2008, Makelele hengkang ke Paris Saint Germain dengan status Free Transfer.
Makelele tampil sebanyak 98 pertandingan bersama PSG dan mencetak 1 gol. Bersama PSG ia berhasil mempersembahkan gelar Coupe de France. Makelele akhirnya memutuskan pensiun di akhir tahun 2010, dan kemudian menjabat sebagai asisten pelatih Carlo Ancelotti di PSG.

Baca Juga:  10 Fakta Menarik Pavel Nedved, dari 3 Kartu Merah dalam 6 Laga hingga Julukan Beruang Kecil

 

12. Perjalanan karier selepas pensiun


Selepas pensiun Makelele sempat melakoni jabatan baru sebagai asisten pelatih, diantaranya sebagai asisten Carlo Ancelotti di PSG. Pada tahun 2016, AS Monaco meminta Makelele untuk menjabat sebagai Direktur Olahraga klub. Ia kemudian menjadi asisten pelatih Swansea City yang bermain di Premier League dibawah kepelatihan Paul Clement. Kemudian diakhir tahun 2017 ia bergabung bersama klub Belgia Eupen sebagai pelatih kepala. Dua musim bersama Eupen, Makelele memutuskan untuk kembali ke Chelsea dan menjabat sebagai Pelatih tim muda Chelsea sekaligus sebagai mentor teknis.

Admin
Pengamat amatir, tifosi layar kaca.
https://profilbola.com

Tinggalkan Balasan

Top