You are here
Home > Don't Miss > 10 Fakta Menarik Pavel Nedved, dari 3 Kartu Merah dalam 6 Laga hingga Julukan Beruang Kecil

10 Fakta Menarik Pavel Nedved, dari 3 Kartu Merah dalam 6 Laga hingga Julukan Beruang Kecil

Rambut kuning dan tendangan gledek dari luar kotak pinalty, apa yang kalian ingat lagi tentang Pavel Nedved?

Pemain berkebangsaan Republik Ceko (Czech) ini adalah salah satu gelandang serang terbaik pada dekade akhir 90an dan awal dekade 2000an.

Berikut sejumlah fakta menarik dari Pavel Nedved yang berhasil kami rangkum untuk anda.

 

1. Mendapatkan 3 kartu merah dalam 6 laga di musim debutnya bersama Sparta Praha

Nedved muda adalah pemain yang penuh dengan kemarahan dan emosi di tengah lapangan, catatan 3 kartu merah dalam 6 laga di musim debutnya bersama Sparta Praha adalah bukti konkrit. Bermain dengan penuh semangat dan berapi-api adalah ciri khas yang ditunjukkan Nevded sejak awal kariernya. Bahkan salah satu legenda sepakbola Cekoslovakia Karol Dobias sempat berkomentar tentang hal ini, “Anak ini tidak akan punya masa depan yang cerah”. Namun sepertinya prediksi dari Karol Dobias ini meleset ya? Nedved justru menjadi salah satu pemain terbaik Republik Ceko sepanjang masa.

 

2. Mendapat julukan Czech Fury (Furia Ceca) & Czech Cannon

Publik sepakbola italia memberikan julukan yang cukup menarik kepada Pavel Nedved. Julukan Furia Ceca (Czech Fury) secara harafiah bisa diartikan “Kemarahan/Kemurkaan Ceko”. Julukan ini diberikan mengingat gaya bermain Nedved yang selalu penuh emosi, berapi-api dan tak kenal ampun di dalam lapangan. Sementara itu media-media di tanah Inggris banyak menuliskan julukan Czech Cannon atau Meriam Ceko untuk Nedved, merujuk gaya bermainnya yang khas.

 

3. Mendapat julukan “Med’a” yang berarti Little Bear / Beruang kecil oleh publik Ceko

Sementara itu di tanah kelahirannya, Nedved justru mendapat julukan Little Bear atau Beruang Kecil. Julukan ini didapatkan Nedved karena ada kesamaan namanya dengan sebutan Beruang dalam bahasa Ceko yaitu “Medved”

Baca Juga:  12 Fakta Christian Vieri : Hobby Berganti Klub, Julukan "Bobo", hingga sang adik yang membela timnas Australia

 

4. Bermain untuk tim nasional sejak usia dibawah 15 tahun

Bakat Nedved barangkali telah terlihat sejak masih kecil. Nedved telah bermain untuk tim nasional Cekoslovakia usia dibawah 15 tahun (U-15). Nedved kemudian kembali bermain untuk tim nasional kelompok umur 16, 17, dan 18 tahun. Pada tahun 1992 dia melakukan debut bersama tim nasional cekoslovakia U-21.

 

5. Meraih 3 kali gelar juara liga bersama Sparta Praha

Nedved merupakan jebolan akademi sepakbola Skoda Plzen, namun ia tak pernah mencatatkan satu laga pun bersama tim senior Skoda Plzen. Nedved dipinjamkan ke Dukla Praha pada tahun 1990 hingga 1992. Nedved kemudian dibeli oleh Sparta Praha dan bermain untuk Sparta Praha selama 6 musim (1992-1996). Nedved mencatatkan 97 penampilan dan 23 gol untuk Sparta Praha dan berhasil memberikan 3 gelar juara liga yaitu pada musim 1992-93, 1993-94 dan 1994-95.

 

6. Hijrah ke Italia dan bergabung bersama Lazio

Sebelum mencapai puncak karier sepakbolanya bersama juventus, Nedved lebih dahulu bergabung bersama klub ibukota SS Lazio pada tahun 1996. Di musim pertamanya bersama Lazio, Nedved sukses membukukan 7 gol di kompetisi Serie-A. Nedved pun menjadi salah satu bagian penting Lazio di musim 1996 hingga musim 2001 dengan banyak mempersembahkan gelar juara bagi klub ibukota, diantaranya 2x gelar Coppa Italia pada musim 1997-1998 dan 1999-2000, 2 gelar Supercoppa 1998 & 2000, 1 gelar Scudetto musim 1999-2000, 1 gelar Piala UEFA 1998-99, dan 1 Piala Super Eropa tahun 1999.

 

7. Membawa Republik Ceko menjadi Runner Up Euro 1996

Nedved yang kala itu berusia 24 tahun berhasil membawa tim nasional Republik Ceko melaju ke partai Final Euro 1996. Ceko sama sekali tidak diunggulkan dalam turnamen ini mengingat Euro 1996 ada turnamen Eropa pertama mereka pasca terpisahnya Cekoslovakia menjadi Republik Ceko dan Slovakia. Setelah berhasil mengalahkan Prancis di partai Semi-Final lewat adu pinalti (Nedved merupakan salah satu algojo dan terpilih sebagai Man of The Match), Ceko menantang Jerman pada partai Final. Namun sayangnya di partai Final, Ceko harus bertekuk lutut dari Jerman dengan skor 2-1.

Baca Juga:  10 Fakta Juninho Pernambucano : Pernah Bermain dalam 2 Pertandingan di 2 Negara dalam 1 Hari hingga Karier Singkat di MLS

 

8. Pavel Nedved hijrah ke Juventus dan meraih puncak popularitas

Juli 2001 menjadi awal sepak terjang Nevded bersama si Nyonya Tua. Pasca hengkangnya Zinedine Zidane ke Madrid, Juventus berusaha mencari pengganti yang sepadan, dan Nedved adalah jawaban. Nedved menjadi roh permainan Juventus kala itu. 2 gelar Scudetto (musim 2001-02, 2002-03), 2 gelar supercoppa (2002, 2003) dan 1 gelar Serie B (2006-07) adalah persembahan Nedved untuk si Nyonya Tua. Nedved pun masuk dalam susunan pemain Juventus Greates XI of All Time pada tahun 2017.

 

9. Mendapatkan gelar Ballon d’Or

Nedved berhasil meraih penghargaan individual tertinggi sepanjang kariernya yaitu Ballon d’Or pada tahun 2003 usai menunjukkan penampilan hebat bersama Juventus. Ia juga mendapat penghargaan sebagai World Soccer Awards Player of The Year pada tahun yang sama. Nedved berhasil mengalahkan nama-nama besar lain seperti Thiery Henry, Paolo Maldini, Andriy Shevchenko, Zinedine Zidane, Ruud van Nistelrooy dan Raul Gonzales.

 

10. Menjadi Direktur dan Wakil Presiden Juventus

Pada tahun 2010, Exor yang merupakan perusahaan investasi milik keluarga Agnelli, merekomendasikan nama Nedved untuk menduduki jabatan direktur klub. Pada oktober 2015 Nedved pun naik jabatan dan dilantik menjadi wakil presiden Juventus.

 

 

 

Admin
Pengamat amatir, tifosi layar kaca.
https://profilbola.com

Tinggalkan Balasan

Top